Pelatihan Penguji OSPE Anafarma di Poltekkes Surakarta

berita ini mengenai ujian OSPE Anafarma

Pelatihan Penguji OSPE Anafarma di Poltekkes Surakarta

Liputan Farmasi --

Jakarta, Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan OSCE/OSPE di institusi pendidikan vokasi Farmasi dan Anafarma perlu dilakukan pelatihan penguji  untuk menghasilkan penguji yang terstandar dan terverifikasi. Berdasarkan data agenda nasional, penguji OSCE/OSPE dari APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia).mengadakan pelatihan penguji OSCE untuk lingkup Diploma Farmasi (termasuk Farmasi dan Anafarma) diselenggarakan di Poltekkes Surakarta  pada 7 Mei 2026.

Kegiatan ini diwakili oleh perwakilan dosen pengampu di berbagai universitas maupun politehnik. Biasanya pelatihan ini bersifat delegasi dari institusi pendidikan (Prodi). Dosen yang mengikuti pelatihan ini biasanya mendapat undangan khusus, dikarenakan harus memiliki latar belakang pendidikan minimal S1/Apoteker/S2 yang relevan dengan Analisis Farmasi dan Makanan. Pelatihan penguji ini, dapat memberikan sertifikat resmi yang diakui sebagai syarat menjadi penguji pada UKMPDFI (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Diploma Farmasi Indonesia).

Materi utama yang dibahas oleh penguji OSCE/OSPE sebagai instrumen Uji Kompetensi.diantaranya penyusunan Blueprint dan template soal OSCE. Teknik menjadi penguji OSCE yang ideal dan objektif., Standard Setting dan simulasi OSCE (stase pelayanan, manajemen, dan teknologi farmasi). OSPE dan OSCE memiliki letak perbedaan pada fokus evaluasi. Jika OSCE (Objective Structured Clinical Examination) berfokus pada penilaian kompetensi klinis (interaksi pasien, diagnosis), sedangkan OSPE (Objective Structured Practical Examination) berfokus pada keterampilan praktis/teknis (laboratorium, anatomi). Keduanya sama-sama metode ujian terstruktur menggunakan station.

Pelatihan penguji OSPE Anafarma tahun 2026 lebih menekankan pada Standarisasi Rubrik Penilaian yaitu Menilai ketepatan titrasi, identifikasi mikrobiologi, dan analisis instrumen (spektrofotometri/KCKT). Pengaturan alur mahasiswa di laboratorium agar sesuai dengan waktu yang ditentukan (biasanya 8-10 menit per station). Terpenting juga melatih petugas laboratorium untuk menyiapkan sampel yang konsisten bagi seluruh peserta. Meskipun seringkali digabung dalam satu rangkaian workshop dengan D3 Farmasi, pelatihan penguji untuk Anafarma memiliki penekanan khusus pada stase Analisis Mutu (Kimia Amdal, Kimia Makanan & Minuman), Validasi Metode Analisis, Prosedur Laboratorium sesuai standar ISO/GLP.

--Ummu--

Dengan Pelatihan  penguji OSCE/OSPE yang telah dilaksanakan, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terkait peran sebagai penguji,  serta teknik penilaian yang tepat, sehingga mampu mendukung terciptanya sistem evaluasi yang objektif, transparan, dan akuntabel.Pelatihan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow